Komunikasi Krisis dan Ketahanan Reputasi Di Era Digital
Sinopsis: Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara krisis muncul, berkembang, dan memengaruhi reputasi individu maupun organisasi. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik melalui media sosial, portal berita, dan berbagai platform digital, sehingga setiap peristiwa berpotensi menjadi sorotan publik secara luas. Buku Komunikasi Krisis dan Ketahanan Reputasi di Era Digital membahas konsep dasar komunikasi krisis, karakteristik krisis di era digital, tujuan komunikasi krisis, serta transformasi ekosistem media yang memicu disrupsi informasi. Selain itu, buku ini menguraikan peran algoritma dalam distribusi informasi, dinamika media sosial sebagai arena krisis, serta pentingnya social listening dan monitoring untuk mendeteksi, memahami, dan merespons isu secara cepat dan tepat.
Pembahasan selanjutnya mengupas tantangan disinformasi, hoaks, dan echo chamber yang dapat memperburuk persepsi publik, sekaligus menjelaskan pengaruh influencer dan citizen journalism dalam membentuk opini masyarakat. Untuk memperkuat pemahaman, buku ini menyajikan berbagai studi kasus nyata, seperti kasus pelecehan seksual di KRL, insiden tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, krisis Boeing 737 MAX, overclaim kandungan retinol pada produk skincare, serta PHK massal P&O Ferries di Inggris. Dengan pendekatan yang sistematis, berbasis teori, dan diperkaya analisis kasus, buku ini menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi humas, manajemen, komunikasi, serta pemimpin organisasi dalam membangun strategi komunikasi krisis dan menjaga ketahanan reputasi di era digital.
Id Book: S203
Ukuran: 15,5 x 23 / Unesco
Jumlah Halaman: 70
Terbit:
Penerbit: Star Digital Publishing
